Newest Post

Tampilkan postingan dengan label Versi Teks Manga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Versi Teks Manga. Tampilkan semua postingan

Versi Teks Naruto Chapter 647

| 18 September 2013
Baca selengkapnya »

Versi Teks Naruto Chapter 647

Sebelumnya : Naruto Chapter 646

Pohon dewa terus mengalami pertumbuhan, kelopaknya yang besar hampir terbuka dan mengarah ke arah rembulan. Saking besarnya pohon, lima kage yang sedang dalam perjalanan bisa melihatnya dari kejauhan. "Apa itu!??" Mizukage bertanya-tanya. Dan tak hanya Mizukage, dalam hati tentu empat kage lainnya juga ikut bertanya-tanya.

"Katsuyu!!" Tsunade meminta kuchiyosenya untuk memberi laporan.
"Ya, akan kujelaskan semuanya!!" ucap Katsuyu, dan kemudian iapun memberi penjelasan. Yah, bagaimanapun sebagian besar tubuhnya ada di medan perang.

Di medan perang, tampak Sakura sedang kelelahan. "Apa kau baik-baik saja, Sakura?" Sai menghampirinya. "Ya.." ucap Sakura, kemudian ia memberi tahu info yang baru saja diberi tahu oleh Katsuyu. "Kelima kage akan segera tiba.." ucapnya.



Di sisi lain, Chouji dan Ino tampak panik, "Shikamaru!!" mereka khawatir dengan keadaan Shikamaru yang terus melemah. "Ini buruk!!" ucap Kiba. Ia, Hinata, dan Shino juga menghampiri Shikamaru.

"Katsuyu-sama, aku akan menggunakan jutsu penyembuh jarak jauh!!" ucap Sakura.
"Itu tidak mungkin.." ucap Katsuyu. "Ke-kenapa!??" Sakura bingung.

"Chakra pada bagian-bagian kecilku yang menempel pada semua orang telah tersedot bersama yang lainnya, dan bagian-bagian itu telah mati.." jelas Katsuyu.

"Itu.."

"Dengan kata lain, semua orang juga berakhir sama seperti bagian-bagianku tersebut.." jelas Katsuyu lagi. Tampak orang-orang yang bagian Katsuyunya sudah lenyap tengah terkapar lemas dengan chakra yang sudah terkuras habis.

Sama seperti mereka, Shikamaru juga mengalami nasib yang sama. Namun meski tak sadarkan diri, dalam hati ia masih mampu mengucapkan sesuatu. "Ayah.. maaf.. sepertinya aku akan segera menyusulmu.. maaf.. ibu.."

Keadaan benar-benar kacau. Di saat-saat itu, Sakura teringat dengan kata-katanya sendiri, "Kalaupun aku harus mati, aku memilih mati dalam pertarungan daripada tidak melakukan apapun.." ucap Sakura waktu itu. Dan kini, dilema menghampirinya. "Ini.. ini benar-benar.."

"Seperti mati sebelum bertarung." ucap Obito. Obito hanya diam menonton semua rasa keputus asaan itu. "Inilah ajhir dari para shinobi. Kalau kau menyerah, aku tak akan membunuhmu." ucap Obito lagi. Sementara itu, Naruto tampak benar-benar kesal, namun tak bisa melakukan apa-apa sampai-sampai air matanya menetes. "Uukh.."

"Kalau kau terus menentangku, temanmu akan mati satu per satu.." Naruto teringat dengan kata-kata Obito waktu itu. "Tak ada lagi orang yang akan mengenalmu, tak akan ada lagi yang tersisa di dunia ini.."

"Kalau kau tak ingin merasakan penyesalan, cukup jangan lakukan apapun.." saran Obito.

"Jadi kalau kita tak melakukan apapun.. hidup kita akan.." beberapa shinobi mulai putus asa dan berpikir untuk menerima tawaran mudah tersebut.

"Tepat sekali.. kalian tak perlu takut dengan kematian lagi, impian kalian akan tercapai.." ucap Obito. "Jangan menyerah!!!" teriak Hashirama pada semuanya. "Kalau kalian menyerah pada genjutsunya, maka sama saja dengan mati!!!"

Para shinobi terdiam, tampak mulai ragu dan putus asa.

"Pohon besar ini terhubung sangat dekat dengan Obito.. seperti lengan yang menyerap chakra, sulit untuk didekati.." ucap hokage ketiga. "Huh, pengecut sekali.." ucap seseorang yang tiba-tiba saja datang, ternyata Orochimaru. "Tidak seperti dirimu yang biasanya, Sarutobi-sensei.." Orochimaru datang bersama dengan Suigetsu. "Maaf sudah membuat kalian menunggu, Juugo, Sasuke.." ucap Suigetsu.

"Orochimaru, kau terlambat!!" ucap hokage ketiga. "Bagaimana dengan para kage lainnya??"

"Aku sudah membantu memulihkan mereka, kalau mereka bukan pengecut mereka pasti akan segera sampai di sini.." ucap Orochimaru. "Huh, sinis seperti biasanya.." ucap hokage ketiga.

"Akhirnya.." ucap Juugo, sementara Sasuke masih tetap terdiam.

"Kalau dilihat dari dekat, ternyata memang benarbenar besar.." Suigetsu mengamati pohon dewa itu. "Siapa yang peduli?? yang paling penting.." Karin melihat ke arah Sasuke. "Aku ingin memeluk Sasuke dan menjilat seluruh tubuhnya sekarang juga.." ucapnya dalam hati.

"Tugasmu menyembuhkan aliansi shinobi, kan??" ucap Suigetsu.
"Te-tentu saja!! sialan!!" bentak Karin.

Diam-diam, Orochimaru juga melihat ke arah sasuke. "Kelihatannya dia tak puas.." ucapnya dalam hati.

Di sisi Hashirama, pertarungannya dengan Madara masih terus berlanjut. "Lalu.. kapan bunganya akan mekar?" tanya Hashirama. "Jinchuriki dari Hachibi dan Kyuubi masih hidup.. kau mengerti, kan??" sahut Madara.

"Jadi untuk membuatnya mekar dan menyelesaikan jutsunya.. membutuhkan chakra Hachibi dan Kyuubi, ya?" pikir Hashirama.

"Yah, sebenarnya selama chakra mereka ada di dalam, itu tak masalah.." ucap Madara. "Dia masih bisa mekar.. masalah sebenarnya hanyalah waktu yang dibutuhkan untuk mekar.. kurasa sekitar lima belas menit dari sekarang.. saat itu aku akan menghentikan Obito dan bertukar dengannya, dengan menggunakan kekuatan pertapamu.."

"Ini gawat, aku harus memberi tahu semua orang tentang apa yang baru saja kudengar.." pikir Hashirama. Kemudian, iapun bertanya ke arah aliansi, "Apa ada shinobi dari klan Yamanaka di sini!??"

"I-iya!!" sahut Ino, yang masih mengurusi Shikamaru.
"Apa kau bisa menggunakan shindenshin no jutsu!??"
"Ah, ya!! aku bisa!!" ucap Ino.

"Tolong hubungkan aku dengan semua orang!! ada yang harus kujelaskan tentang pohon itu dan Mugen Tsukuyomi!!!" dan setelahnya Ino pun menggunakan jutsunya agar Hashirama bisa menyebarkan informasi.

"Perasaan ini.." Tsunade menyadarinya, pesan Hashirama sampai hingga ke tempat kelima kage. "Kakek.." Tsunade tahu kalau itu kakeknya. "Oh, Tsuna.." Hashirama tahu kalau Tsunade mendengarnya. "Suara ini pasti Hashirama-dono.." pikir Tsuchikage.

"I-ini berarti kelima kage sudah berada dalam jarak jutsuku.." pikir Ino.

"Nostagianya nanti saja, ada yang harus kukatakan padamu dan seluruh aliansi, dengarkan baik-baik." ucap Hashirama, dan kemudian iapun menjelaskan semuanya.

"Jadi.. pada dasarnya kita adalah makanan pohon itu??" para shinobi semakin ketakutan.
"Apa ini yang namanya shinobi?? tapi bagaimana bisa??"
"Bagaimana kita bisa melakukan sesuatu cuma dalam waktu 15 menit?? kita bahkan tak bisa mendekat.."

"Tidak melakukan apapun juga akan sama saja, kita harus merobohkan baik pohon itu maupun pengguna jutsunya dalam kurun waktu itu.." ucap Hashirama.

"Tapi.."

"Aku katakan pada kalian semua.. jangan menyerah!!!" ucap Hashirama. Para shinobi kemudian terdiam. Namun tak lama setelahnya, ada saja yang masih ragu. "Kau bicara seperti itu, tapi pada akhirnya kau hanyalah edo tensei.. kau berasal dari masa lalu, sudah mati.. sementara.. kami masih hidup.."

"Ini.. adalah akhir.."
"Kalau saja aku tahu ini dari awal.."

"Ya, bagus.." Obito senang. "Aku akan mengirim kalian ke dunia di mana kalian tak akan punya penyesalan..." ucapnya.

"Ukhh.." Naruto masih meneteskan air mata, tak tahu harus berbuat apa. Sampai akhirnya tiba-tiba, seseorang melesat dan menebas pohon itu. Ternyata itu Sasuke, yang melesat dengan tubuh dilapisi Susano'o bersenjata pedang. "Naruto.. apa sudah selesai? kalau begitu aku akan pergi.." ucapnya. "Ayo pergi, Juugo.."

"Ini.."

Meski yang Sasuke potong hanya sebagian kecil dari pohon itu, namun tindakannya itu telah berhasil membuat Naruto bangkit. "Ini.. aku bisa merasakannya.. perasaan Naruto menembus jutsuku.." pikir Ino.

Naruto teringat akan kenangan masa kecilnya.. "Harusnya aku.. memanggilnya.." Naruto kecil waktu itu sendirian, ragu-ragu untuk memanggil anak kecil lain di depannya yang juga sendirian.. Sasuke.

"Aku mengingatnya terus menerus..
Karena itulah kenapa.."

"Ini.." Sakura, Kiba, para shinobi, semuanya bisa merasakan perasaan Naruto.

"Aku..
tidak mau ada penyesalan lagi.."

"Aku harus melakukannya!!!" semangat Naruto telah benar-benar kembali.
"Naruto-kun.."

"Aku tak mau semua yang telah kita lakukan...
Menjadi tidak berarti!!!"

Sumber : http://www.beelzeta.com/2013/09/versi-teks-naruto-chapter-647.html#ixzz2fJNgkHtZ

Versi Teks Naruto Chapter 647

Posted by : Unknown
Date :18 September 2013
With 0komentar

Komik NARUTO Chapter 646 bahasa indonesia file

| 10 September 2013
Baca selengkapnya »
Komik Naruto 646 bahasa indonesia
synopsis "download saja"

Format PDF klik disini
Format Rar klik disini

terima kasih

Komik NARUTO Chapter 646 bahasa indonesia file

Posted by : Unknown
Date :10 September 2013
With 0komentar

SNK Chapter 11 bagian 2

| 6 September 2013
Baca selengkapnya »
sebelumnya: SNK Bagian 1
"Eh!??" Armin sempat kaget dan tidak mengerti. 

"Aku sadar rencana ini tidak masuk akal. Meski begitu, pilihan terbaik kita adalah menggunakan kekuatan Titan untuk membantu pasukan." ucap Eren. "Aku tahu jika ini gila. Jika kau bisa meyakinkan mereka kalau aku ini bukanlah ancaman, aku akan percaya padamu dan tetap tinggal di sini. Itu adalah ide keduaku."

"Jika kau tidak bisa melakukannya, aku akan memakai pilihan terakhir, pilihan yang aku jelaskan di awal. Waktumu lima belas detik. Kau bisa melakukannya atau tidak? Apapun pilihanmu, aku akan menerimanya."

Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

Armin terdiam kaget saat mendengar hal seperti itu. Kemudian, ia bertanya, "Eren... Kenapa kau mempercayakan pilihan sepenting itu kepadaku??"

"Entah seberapa kacaunya keadaan kita, kau selalu bisa memikirkan solusi terbaik. Aku bergantung padamu." ucap Eren.

"Sejak kapan aku..."

"Banyak sekali." ucap Eren. "Lima tahun yang lalu, kalau kau tidak mencari Hanneth, Mikasa dan aku mungkin sudah dimakan oleh Titan." jelasnya.
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Apa benar begitu?" Armin sudah lupa dengan hal itu. Dan memang benar, kalau saat itu Armin tidak melakukannya, mungkin saat ini Eren dan Mikasa sudah berada di dalam perut raksasa. Atau kalau raksasa bisa buang air besar, mungkin mereka berdua sudah jadi kotoran, lalu dimakan oleh bakteri.

"Selama ini aku hanya menganggap diriku beban yang tidak berguna... tapi... mereka tidak berpikir seperti itu sama sekali!!" Armin baru menyadarinya. "orang yang paling aku percaya di dunia ini, mempercayakan nyawa mereka kepadaku..."
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

Akhirnya Armin memperoleh kepercayaan diri dan kemudian pergi, "Aku akan meyakinkan mereka!!" ucapnya. "Ada sesuatu yang tidak beres sejak aku melihat Eren bertarung sebagai Titan. Aku masih belum bisa berpikir dengan jernih, tapi aku akan melakukannya. Aku harus berpikir dengan jernih dan kemudian meyakinkan mereka.."

Armin keluar dari kepulan asap, dan menghadap pada komandan pasukan. "Berhenti!!!" teriak komandan. "Huh, akhirnya kau menunjukkan wajah aslimu, monster!!"

"Dia bukan musuh umat manusia!! Kami bersedia memberikan semua informasi yang kami punya!!" teriak Armin.

"Cih, meminta ampun sekarang sudah percuma saja!!" ucap komandan. "Dia telah menunjukkan wujud aslinya di depan kita semua!! Percuma kau melindunginya!! Jika memang dia bukan musuh, cepat buktikan!! Jika tidak bisa, aku akan melenyapkannya!!"
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Tidak perlu ada bukti!!" teriak Armin.
"Itu benar! Tidak perlu ada bukti!" pikirnya.

"Ini hanya masalah bagaimana kita melihatnya!!" ucap Armin lagi.
"Apa?!" komandan masih tidak mengerti.

"Katamu semua orang melihatnya kan!? Kalau begitu mereka juga pasti melihat dia bertarung melawan Titan!! Dan mereka pasti melihat bagaimana para Titan bertarung melawan dia!! Titan melihat dia sebagai mangsa, sama seperti kita!! Tidak ada yang bisa merubah kenyataan itu!!"
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Be-benar juga ya..." beberapa pasukan mulai berpikir dengan akal sehat mereka. "Tapi, menjadikan Titan sebagai teman..."

"Tidak mungkin..."

"Bersiap untuk menyerang!!!" komandan tetap saja ketakutan dan tak bisa berpikir jernih, dan tetap dengan rencana awalnya yaitu untuk menembak musnah mereka. "Jangan terperangkap dengan kata-kata cerdiknya!! Tindakan mereka selalu diluar prediksi kita selama ini!! Jika mereka bisa berubah menjadi manusia dan berbicara dengan bahasa kita, itu adalah cara lain mereka untuk menipu kita!! Kita tidak bisa membiarkannya begitu saja!!"
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Gawat... dia sudah tidak mau mendengarkan kata-kataku..." pikir Armin. "Dia terlalu takut. Eren.. Mikasa.." Armin lalu melihat ke belakang, ke arah Eren dan Mikasa. Namun, mereka berdua masih melihat ke arahnya dengan tatapan yang percaya kalau dia bisa.

"!!!" Armin semakin berusaha. Dengan tegas pemuda itu meletakan tangan kanannya di dada kiri, dan kemudian dengan lantang berteriak, "Sebagai prajurit, aku bersumpah dengan jiwaku akan membangkitkan kehidupan umat manusia!! Tidak ada kebanggaan yang lebih tinggi lagi!! Jika kita bisa memanfaatkan kekuatan Titan, kita mungkin bisa merebut kembali kota kita!! Demi kejayaan umat manusia, aku mohon!!! Di dalam saat-saat terakhirku sebelum aku mati, ijinkan aku menjelaskan strategi ini!!"
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Komandan, kita harus mempertimbangkannya..." ucap ajudan yang berdiri di sebelah komandan. Akan tetapi, lelaki tua pengecut itu tetap saja tak peduli. "Diam!!!" teriaknya. "Apapun alasan mereka untuk tetap hidup, mereka tetaplah ancaman!! Mereka yang melanggar aturan harus dilenyapkan!! Itulah tugas seorang prajurit!!"

Lelaki itu kemudian mengangkat tangan kanannya, memberi aba-aba untuk kembali menembakkan meriam. Namun tiba-tiba, seseorang datang dari belakang dan kemudian memegang tangannya. "Sudah, hentikan semua ini..." ucap orang itu.

"Kau masih saja tidak pernah berubah, ya? Dengan pangkatmu ini, kau masih saja memiliki rasa takut yang berlebihan."

"Ko-komandan Pixis!?"
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

Yang datang ternyata adalah Pixis, komandan yang pangkatnya lebih tinggi dari orang tadi. "Apa kau tidak bisa melihat keyakinannya itu?? Aku baru saja sampai, tapi situasi ini sudah membuatku yakin." ucap Pixis. "Kau pergilah untuk mengatur pasukan. Sementara aku, aku akan mendengarkan apa yang mereka rencanakan."


Bersambung.

SNK Chapter 11 bagian 2

Posted by : Unknown
Date :6 September 2013
With 0komentar

Versi Teks Shingeki No kyojin chapter 11

|
Baca selengkapnya »

Di salah satu dinding yang penuh dengan raksasa, Hanneth dan pasukannya menaruh semacam jaring yang dilengkapi dengan pisau-pisau tajam. Dengan bodohnya, para raksasa tetap berjalan dan mengerumuni jaring-jaring itu.

"Ide pengatur strategi untuk menciptakan tembok pertahanan seperti ini bagus juga. Tapi, kita tidak boleh lengah." ucap Hanneth. "Titan Colossal bisa datang kapan saja."

Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Ada apa??" Hanneth menyadari kalau salah satu pasukannya terlihat ketakutan. "Tidak... Misi kita berjalan lancar. Aku hanya khawatir dengan teman-temanku di baris depan." ucap pasukan itu.

"Yah, untuk saat ini, semakin sedikit berita yang kita dengar dari mereka, itu lebih baik." ucap Hanneth. Karena bagaimanapun, kabar buruk hanya akan memperdown mental pasukan. "Kita harus fokus pada misi kita, sama seperti saat latihan."



"Aku dengar anak yang anda selamatkan lima tahun yang lalu sudah menjadi kadet sekarang. Mereka juga kalau tidak salah ada di baris depan, kan?"

"Yah, begitulah..." ucap Hanneth.

"Maaf, pak. Aku terlalu banyak bicara." ucap pasukan tadi. "Tenang saja, aku yakin mereka baik-baik saja." ucap Hanneth. "Mereka kuat. Masing-masing mereka memiliki semangat untuk hidup. Yang satu pandai bertempur. Yang satu lagi memiliki semangat yang luar biasa. Dan yang satu lagi sangatlah cerdas."

"Mereka baik-baik saja. Aku tahu kalau mereka masih hidup."

Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

Di sisi Connie sekarang, ia menjelaskan apa yang telah ia dan yang lainnya lalu pada teman-temannya yang ada di baris pertahanan. "Jadi, karena itu lah kami berhasil mengisi ulang gas dan keluar dari Trost." ucapnya.

"Tunggu, jadi orang-orang yang tidak ada di sini semuanya sudah..."
"Yah, begitulah." ucap Connie.

"Bahkan Mikasa juga??"
"Tidak, seingatku tadi Mikasa masih ada di kelompok Jean dan lainnya." jelas Connie.
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

Kemudian, pasukan tadi bertanya pada Jean. "Jean, apa dia Mikasa terluka atau semacamnya?" Jean hanya diam dan tidak menjawab. Jean meneguk minuman, dan akhirnya berkata, "Hal itu, kita harus merahasiakannya."

"Merahasiakan? Hal apa??"

"Tapi yah, ini adalah sesuatu yang sangat sulit untuk disembunyikan." ucap Jean. "Cepat atau lambat semua manusia akan mengetahuinya. Itupun.. kalau manusia masih ada."
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

Di sisi lain, tampak juga pasukan yang benar-benar depresi. Ketakutan setelah apa yang ia lalui. "Marco.. aku benar-benar tak berguna.." ucapnya. "Tak berguna?" Marco menghampirinya.

"Aku melihat teman-temanku dimangsa.. tepat di depan mataku. Mereka tak bisa melawan. Teman-temanku dimakan hidup-hidup. Tapi.. aku bahkan tak merasa sedih atau kesal sama sekali. Di hatiku yang paling dalam, aku malah bersyukur... Karena.. yang dimakan bukan aku."
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Tapi..." tubuh orang itu masih gemetar, dan ia masih terus melanjutkan kata-katanya. "Lain kali.. akulah yang akan jadi korban selanjutnya. Sekarang, aku mengerti apa arti dari pekerjaan kita ini. Kita terus melawan, lagi dan lagi, sampai akhirnya kita dimakan. Pada akhirnya kita akan dimakan!! Kalau memang pada akhirnya aku akan dimakan hidup-hidup, lebih baik aku langsung mati saja!!"

Orang itu kemudian nekat dan mengeluarkan pedangnya, bersiap untuk bunuh diri. Namun, Marco menghentikannya. "Hentikan!!" bentak Marco. "Tenangkan dirimu!! Bukan hanya kau di sini yang ketakutan, yang lainnya juga merasakan hal yang sama!! Tapi... coba lihat, Shasha misalnya!!" Marco menunjuk ke arah Shasha. "Meski begitu, dia tetap bertahan dan terus berjuang sebagai praurit yang gagah berani!!"
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

Tapi kemudian, Shasha malah ikut-ikutan ketakutan. "Aaaaahhh!!! Perutku sakit, bisakah kalian menempatanku di ruang perawatan!??" Shasha seolah tak tahan lagi untuk berada di barisan depan.

"!!!!" niat orang tadi untuk bunuh diri menjadi semakin bulat setelah melihat itu. "Jangan!!" Marco kembali menghentikannya, dan kini ia tak tahu harus memberi ceramah seperti apa lagi. Saat itulah, suara ledakkan tiba-tiba saja terdengar.

"Tembakkan meriam!??" orang-orang kaget. Ledakkan itu adalah bunyi dari tembakkan yang di chapter sebelumnya menyerang Eren. Yah, bisa dibilang chapter ini terjadi bersamaan dengan kejadian waktu itu.
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Kenapa mereka hanya menembakkan satu tembakkan!??"
"Dan kenapa suaranya berasal dari dalam dinding!???"
"Apa mereka berhasil menerobos ke dalam dinding lagi!??"
"Mustahil, pertahanan di gerbang sekarang adalah pertahanan terkuat kita.."
"Ya, itu pasti hanya semacam tembakkan percobaan, kan?"
"Tapi kalau begitu... asap itu... bukankah itu asap Titan!??"

Whusss!!! dari pada terus bertanya-tanya, Reiner menggunakan peralatan maneuvernya dan langsung melesat menuju sumber kepulan asap. Annie dan yang lainnya menyusul. Dan ketika sampai, mereka benar-benar terkejut. "Apa-apaan ini.."


_____________________________________________________________________________________________

"Kenapa mereka hanya menembakkan satu tembakkan!??"
"Dan kenapa suaranya berasal dari dalam dinding!???"
"Apa mereka berhasil menerobos ke dalam dinding lagi!??"
"Mustahil, pertahanan di gerbang sekarang adalah pertahanan terkuat kita.."
"Ya, itu pasti hanya semacam tembakkan percobaan, kan?"
"Tapi kalau begitu... asap itu... bukankah itu asap Titan!??"

Whusss!!! dari pada terus bertanya-tanya, Reiner menggunakan peralatan maneuvernya dan langsung melesat menuju sumber kepulan asap. Annie dan yang lainnya menyusul. Dan ketika sampai, mereka benar-benar terkejut. "Apa-apaan ini.."

Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

Mereka kaget melihat kerangka Titan yang melindungi Armin dan Mikasa tersebut. Dan tak hanya mereka yang baru datang, para pasukan dan komandan yang ada di tempat itu pun ikut kaget. Bahkan Mikasa dan Armin juga.

Eren kemudian keluar dari bagian belakang leher kerangka Titan yang sudah dilapisi otot itu. Dan, Eren sendiri masih belum begitu mengerti. "Panas sekali... apa-apaan ini sebenarnya?"

Di dalam, Armin bertanya-tanya, "Aku bisa mengingatnya, aku mendengar suara ledakkan, terjadi guncangan, keributan, dan... tiba-tiba saja panas... lalu... kenapa kita bisa berada di dalam kerangka raksasa ini!??"
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Ini Eren, dia melindungi kita.." ucap Mikasa. "Setidaknya, itulah yang kutahu." lanjutnya. "Hei!!" Eren muncul di hadapan mereka berdua. "Apa kalian baik-baik saja!??" tanyanya. "Eren!?? Apa ini!??" Armin bertanya. "Aku sendiri tidak tahu!!" jawab Eren. "Tapi, ini hanya bisa melindungi kita untuk sementara waktu. Sama seperti bangkai Titan, ini akan segera menguap. Kita harus cepat lari dari ini!!"

Eren hendak memanfaatkan keadaan. Asap bekas ledakkan belum menghilang sepenuhnya, dan itu masih cukup untuk menghalangi pandangan orang-orang terhadap mereka. "Mereka tidak bisa melihat kita sekarang. Tapi pasti, mereka akan menyerang kita lagi. Dan setelah menunjukkan yang tadi itu, aku ragu kita bisa berbicara baik-baik dengan mereka. Dan.. aku baru saja mengingat sesuatu!!"
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Ruang bawah tanah. Ruang bawah tanah yang ada di dalam rumahku. Ayahku berkata, aku akan mengerti semuanya jika aku pergi ke sana. Dia juga penyebab kenapa aku jadi seperti ini. Jika aku bisa pergi ke bawah tanah, mungkin aku bisa mengetahui kebenaran tentang Titan-titan itu." jelas Eren.

"Sial, kenapa ayah merahasiakannya?" Eren baru kepikiran. "Scouting Legion sudah mencari tahu hal ini sejak lama, bahkan sampai mengorbankan ribuan nyawa. Ini adalah harapan terakhir umat manusia. Tapi.. kenapa ayah malah menyimpannya sendiri di bawah tanah?? Apa yang ayah pikirkan?! Di mana dia beberapa tahun ini, setelah dia meninggalkan kita..."

"Eren!! Keadaan kita saat ini sedang tidak baik. Asapnya mulai berkurang!!" ucap Mikasa. "Baiklah, aku akan segera pergi." ucap Eren.
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Kemana? Bagaimana caranya?"
"Untuk saat ini, dimanapun tempatnya bukan masalah. Yang pasti, aku harus bisa melewati dinding itu dan pergi ke rumahku. Meski untuk itu, aku harus berubah menjadi Titan lagi."

"Apa kau bisa melakukannya??"
"Aku tak yakin." ucap Eren. "Tapi kurasa, aku bisa melakukannya. Sama seperti yang kulakukan tadi. Aku melakukannya secara tidak sadar. Tadi, aku hanya ingin berkonsentrasi pada meriam yang ditembakkan. Kali ini, aku akan mencobanya lebih kuat lagi. Menjadi Titan tingkat lima belas meter yang aku gunakan waktu itu, wujud yang bisa menghajar semua Titan!!"

"Eren, kau mimisan!!"
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

Dari hidung Eren, keluar darah. "Kau pucat sekali. Nafasmu juga terengah-engah. Berubah menjadi Titan sudah menguras seluruh tenagamu!!"

"Saat ini, aku tidak peduli dengan tubuhku." ucap Eren. "Aku punya ide. Jika kalian berdua tidak mencoba melindungiku, mereka tidak akan membunuh kalian. Aku sudah cukup membuat masalah hari ini. Mulai sekarang, aku akan melakukannya sendirian!!"

"Tidak!!" ucap Armin.
"Eren... aku juga ikut." ucap Mikasa.

"Tidak!!" tolak Eren.
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Kalau aku tidak bisa mengikutimu, maka jangan anggap kau kenal aku lagi. Aku juga tidak mau mengikuti perintahmu." ucap Mikasa. "Sudah cukup, jangan gegabah!! Aku bukan adik ataupun anakmu!!" Eren tetap menolaknya.

"Sepertinya mereka tidak berniat menyerang kita dalam jarak dekat." pikir Armin. "Firasat Mikasa lebih tajam dari kucing, jadi aku yakin dia sudah tahu gerakan mereka selanjutnya. Bahkan jika mereka bisa mengisi meriam dengan cepat, masih ada waktu sekitar dua puluh detik lagi. Eren pasti akan bisa bergerak dan pergi dari sini tepat sebelum itu."

"Uukh..." tiba-tiba Armin malah teringat akan masa lalunya. Ketika Mikasa dan Eren melindunginya, sementara Armin hanya bisa diam tanpa berbuat apa-apa.
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Kenapa aku malah mengingatnya?? Apa karena ini adalah akhir bagi kami semua?? Huh.. bahkan di dalam saat-saat terakhirku, aku tetap saja seorang pengecut." ucap Armin dalam hati.

"Mereka selalu saja membantuku, tapi aku belum pernah sama sekali membalas mereka. Bagaimana mungkin aku mengganggap diriku setara dengan mereka? Bagaimana mungkin aku berkata, aku juga ikut? Aku bahkan tidak yakin, aku bisa membantu mereka atau tidak... setelah ini... kami bertiga tidak akan pernah bisa bersama lagi."

"Eren, Aku.."

"Tunggu, Mikasa. Sudah kubilang kan, aku punya ide." ucap Eren. Pergi sendirian adalah ide pertama, dan Eren masih memiliki yang kedua. "Armin, aku ingin kau yang memutuskannya." Eren melihat ke arah Armin.
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Eh!??" Armin sempat kaget dan tidak mengerti.

"Aku sadar rencana ini tidak masuk akal. Meski begitu, pilihan terbaik kita adalah menggunakan kekuatan Titan untuk membantu pasukan." ucap Eren. "Aku tahu jika ini gila. Jika kau bisa meyakinkan mereka kalau aku ini bukanlah ancaman, aku akan percaya padamu dan tetap tinggal di sini. Itu adalah ide keduaku."

"Jika kau tidak bisa melakukannya, aku akan memakai pilihan terakhir, pilihan yang aku jelaskan di awal. Waktumu lima belas detik. Kau bisa melakukannya atau tidak? Apapun pilihanmu, aku akan menerimanya."


Selanjutnya: Versi teks Shingeki No Kyojin 
Bagian 2
sumber Beelzeta

Versi Teks Shingeki No kyojin chapter 11

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

Shingeki No Kyoujin Chapter 49 Bahasa indonesia

|
Baca selengkapnya »
Shingeki no kyojin chapter 49 bahasa indonesia belum rilis karena tidak adanya translator.
untuk membaca SNK versi Bahasa Inggris chapter 1-49 visit:  http://www.mangahere.com/manga/shingeki_no_kyojin/

terima kasih.
terus kunjungi blog ini untuk update terbarunya ya.

VERSI TEKS NARUTO Chapter 645 bahasa indonesia

|
Baca selengkapnya »
╰☆╮ NARUTO CHAPTER 645 - DUA KEKUATAN ╰☆╮
(Versi Teks)

____________ ↓↓↓

Original by ® Dunia Naruto Indonesia

Tinggalkan like juga comment kalian, dan bagikan juga postingan ini dengan cara "Klik Link" yang ada di bawah, yang ingin copas silahkan asal sertakan sumber ! Selamat membaca

--- Versi Teks Naruto Chapter 645 ---

Sebelumnya di Naruto Chapter 644. Berkat gabungan chakra Kyuubi serta Naruto dan Minato, kini Pasukan Aliansi telah selamat dan keluar dari penghalang yang diciptakan Obito. Sementara itu perasaan orang tua terhadap sang anak yang telah lama ditinggalkannya akhirnya terhubung dan tersampaikan. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya ??

Air mata mengalir di pipinya saat ia mengagumi keberanian Naruto saat ini. "Hiks.. Hiks... "Minato mengusap air matanya

"Perasaan ini.. sudah lama ya" Dalam hati Minato sambil memandang Naruto yang berada disampingnya. "Bahkan saat situasi sangat sulit seperti ini, ia tampak bisa melakukan apa saja"

"Benar, terasa persis seperti jika aku bersama Kushina, seperti itu..." Lanjut Minato yang diikuti dengan perubahan bola mata Naruto menjadi bentuk Kyuubi

"Aku merasakan kekuatan mengalir didalam tubuhku! Aku pergi!!!" Naruto berubah menjadi bentuk Kurama dan melompat maju sendirian kearah Obito

Pergerakan Naruto tersebut membuat orang-orang yang disekitarnya kaget.

"Naruto... ia menggunakan semua chakra ini" tutur Sasuke dalam hatinya. "Naruto, tidak masalah kau berteriak dan bersikap keren, tapi mungkin kau lupa jika hanya senjutsu yang bisa digunakan, aku yakin kau tidak sebodoh itu..." ucap Tobirama mengingatkan Naruto

Mendengar ucapan Tobirama, Naruto pun mendadak berhenti dan mendarat

"....?? Kau benar.......!!!" Naruto dengan wajah konyolnya. "Aku rasa, kau lebih bodoh dari saudaraku" ucap Tobirama. "Dia menggunakan chakra ini dengan percuma" Sasuke dalam hatinya. "Ya, mungkin itu tidak sepenuhnya terasa seperti itu.." Minato pun ikut bergumam melihat tingkah laku konyol anaknya itu

Melihat Naruto, Kyuubi pun menertawakannya "Gahahahah!!! Kau melebihi semua Hokage terdahulu, sedikit banyak"

"Diam kau, Kurama bodoh!!!" Naruto membalas dengan wajah kesal. "Gahahaha!! Idiot mu seperti mirip satu sama lain, tapi tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir dengan masalah ini" ucap Kurama

"Aku tidak khawatir soal kebodohanmu" Balas Naruto masih terlihat kesal. "Bukan itu maksudku, kau mungkin bisa menggunakan sage mode walau dalam mode seperti itu, itulah maksudku" jelas Kurama

"Eh...." Naruto dengan raut wajah kaget dan bertanya-tanya

"Dengarkan, mungkin kau lupa tapi saat terakhir kau bertarung dengan pain Nagato, aku juga mengalami kesulitan mengendalikan kemarahan setelah mendengar semua kata-katanya, waktu itu kau menggunakan sage mode tapi chakraku keluar terlalu banyak, dan itu berhasil untuk melakukan sinkronisasi dengan kekuatan sage mode milikmu" lanjut jelas Kurama

"Hmmmm... apakah hal itu bisa terjadi" Naruto masih tampak berpikir mendengar penjelasan Kurama

"...... Ahhhhh!!!" Naruto tampak akan ingat sesuatu. "Ketika aku sedang berlatih untuk menjadi sage mode, kau menghalangi sage mode kakek katak!!!" teriak Naruto

"Itu karena aku tidak mau berbagi ruang dengan seekor katak!! Dan aku juga tidak suka kau lebih memilih sage mode saat kau punya chakraku!!! Jawab tegas Kurama

"Dasar, Bodoh!!" ucap Naruto dengan wajah picik

"Kauuu...!! Yang ingin kukatakan adalah kau bisa menggunakan sage mode meskipun kau menggunakan chakraku, bagaimana mungkin aku jadi bodoh!!" Kurama menegaskan

"Kau hanya berpura-pura kuat" Masih Naruto dalam wajah curiganya

"Hei, kupikir kau terlalu berlagak mengenalku, kau tahu.. Ghhh !??" Kurama terlihat kesal. "Tidak... aku hanya merasa kita mirip" jawab Naruto dengan santai

Di sisi lain "Kau punya aku dalam tubuhmu,, kau bisa berperan sebagai pendukung yang baik" kata Kurama yang ada dalam tubuh Minato. "Yeah" Minato menanggapinya

Hap.. Minato melompat dan kini berada disamping Naruto, mereka berdua sekarang telah berada paling depan dengan wujud Bijuunya

"Aku akan menyiapkan jutsuku" ucap Minato bersiap dengan sesuatu. "Menyerap kekuatan alam semakin cepat sekarang" Naruto berdiam sejenak untuk berubah ke bentuk sage mode

"......!?" Tobirama, Sasuke serta Juugo hanya berdiam diri melihat kagum apa yang dilakukan pasangan ayah dan anak didepan mereka

"Bagus!!!" Naruto membuka matanya, dan sekarang bentuk gabungan bola mata sage mode dan kyuubi mode tampak bersatu


Zuooorrrr !!! Minato yang selesai dengan persiapan jutsu memunculkan bola rasengan raksasa. "Naruto!! tambahkan senjutsu kedalam rasengan" Perintah Minato. "Oke, paman Hokage Kedua" Naruto memanggil Nidaime Hokage dibelakangnya

"Terus maju" Hokage kedua kini bersiap membantu dengan menyentuh Minato dan Naruto yang berada dalam bentuk Bijuu. "Kami akan menghalau serangannya dengan chakra kami!!!" Ucap Kurama milik Naruto

Melihat lawannya, Obito mulai meningkatkan kewaspadaan dan mulai melakukan pergerakan

"RASENGAN!!!!" Serang Minato dan Naruto secara bersamaan dengan bantuan teleport Tobirama, tapi Obito mampu menghindari serangan itu

Obito langsung menyerang balik dengan chakra hitam yang ia bentuk. "Uooohhh...!!" Naruto dan Minato terlihat bertahan dari serangan Obito itu. Tapi, Duaggghhhhhhhh..... Obito berhasil mementalkan Naruto dan Minato

"Benda hitam itu sangat kuat sial, dia melindungi dirinya" Naruto dan Kurama kesakitan. "Dia membaca serangan kita, kita tak bisa menyerangnya dengan hiraishin saja!!" Tobirama memperingati. "Kita harus menghancurkan benda hitam itu!!" teriak Naruto

"Bagaimana!?" Tanya Minato. "Tenang saja, serangan selanjutnya aku akan menambahkan kekuatan senjutsu kedalam Bijuudama" Naruto membuat Bijuudama

"Bagus sekali" puji Tobirama. "Kau mungkin akan jadi Hokage yang lebih hebat dari kakakku" tambahnya dalam hati

"Sisi lain Kurama juga harus menolongku!!" perintah Naruto. "Tentu saja" jawab Minato. "Memang, rasanya rindu" sejenak Minato melihat bayang Kushina ada di Naruto

Sementara itu Obito tengah mempersiapkan sesuatu

"........?? Inikah Naruto yang sekarang, dia bisa gunakan semua chakra ini dengan sempurna, bagaimana bisa kau sehebat ini" Sasuke terlihat sedikit iri melihat kekuatan Naruto sambil mengepalkan tangannya

"Lebih baik bertindak cepat" Happp, Obito dalam hati sambil menepukkan kedua tangan. "Ayo mulai!!!" Teriaknya. Juubi pun kini keluar dari belakang tubuh Obito

"Zuooorrrr!!!!" Minato dan Naruto mulai menembakkan Bijuudama bercampur chakra senjutsu kearah Obito sambil menatap bingung apa yang akan dilakukan Obito

Madara yang sedang bertarung dengan Hashirama pun keheranan dengan tindakkan Obito. "Apa dia akan memulai Mugen Tsukuyomi!!" tatap heran Madara

Juubi mulai muncul, rencana Mugen Tsukuyomi pun kini dimulai

--- Bersambung ke Naruto Chapter 646 ---


Sumber "DNI"

VERSI TEKS NARUTO Chapter 645 bahasa indonesia

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

Vesi teks naruto chapter 643

| 5 September 2013
Baca selengkapnya »

Versi Teks Naruto Chapter 643 bagian 1

Sebelumnya : Naruto Chapter 642

Sama seperti Naruto, Minato juga memiliki Kyuubi di dalam dirinya. Dan saat ini, di alam bawah sadar Minato, Kyuubi yang satunya berbicara padanya. "Apa kau berniat untuk membiarkan putramu menangani kekacauan ini?? Hanya karena kau mengunci setengah diriku di dalam tubuhnya.. kau percaya kalau aku akan menyatukan tangan dengan setengah diriku yang lainnya, kan?"

"Kyuubi.."

Naruto Chapter 643 - Beelzeta.com

"Kematian Kushina bukanlah kesalahanmu.." ucap Kyuubi. "Putramu menjadi jinchuuriki juga bukan merupakan kesalahanmu.. dan tak perlu menyalahkan dirimu sendiri atas apa yang telah terjadi.." lanjutnya.

"Putramu akan mengubah ini semua.." ucap Kyuubi lagi. "Dia bukan lagi bayi kecil seperti waktu itu." lanjutnya. "Tidak lama lagi.."


Di alam bawah sadar Naruto, Kyuubi dalam dirinya juga berbicara padanya. "Naruto, ada sesuatu yang harus kukatakan padamu, dengarkanlah!!" Naruto kaget dan kemudian menghadap ke arah Kyuubi.

Di luar, Minato tampak sedang terdiam, sementara Naruto masih bersama dengan Tobirama, melihat ke arah Obito yang berhasil mereka jatuhkan. Obito rebah, punggungnya retak akibat serangan senjutsu Naruto tadi.

Naruto Chapter 643 - Beelzeta.com

"Seperti dugaanku!!" Naruto tahu kalau serangannya kali ini akan berhasil. Namun tentu saja, meskipun mempan itu masih belum cukup untuk mengalahkan Obito.

Obito secara perlahan mulai berdiri kembali. "Jadi jinchuuriki Jyuubi memiliki kelemahan seperti ini juga ya.." ucapnya. "Setelah tekniknya masuk ke dalam tubuh Jyuubi seperti itu, tak mungkin untuk menangkisnya.." pikir Obito, dan secara perlahan tampak tubuhnya mulai pulih.

"Teknik senjutsu benar-bena efektif!!" ucap Naruto.
"Jurus yang didasari oleh teknik sage ya.." ucap Sasuke.

"Senjutsu adalah teknik yang menggunakan energi alam.." jelas Naruto. "Setelah kupikir-pikir, saat aku merasakan kekuatan Jyuubi, semua yang bisa kurasakan adalah kekuatan alam.." lanjutnya.

"Hanya energi alam yang bisa melawan energi alam.. begitu ya.." ucap Sasuke. "Yah, meski aku tak mengerti sepenuhnya dengan apa yang kau bicarakan, tapi.."

"Mempelajari senjutsu itu benar-benar hebat!!" Naruto bersemangat. "Baiklah, aku akan menggunakan kumite katak untuk berhadapan dengan lelaki ini!!" ucapnya.

"Tiba-tiba saja dia bisa bekerja sama dengan teknik Hiraishinku, dan bahkan menguasai Senjutsu.." Tobirama melihat ke arah Naruto sambil tersenyum. "Benar-benar seperti saat kakak dan aku bertarung bersama.." ucapnya dalam hati.

Namun tetap saja, ini barulah awal. Obito telah berdiri kembalo, dan kini dari duri di belakang tubuhnya tiba-tiba saja muncul api. Tampaknya, Obito tak akan membiarkan dirinya diserang seperti tadi lagi.

"Meski tekniknya efektif, setelah menyembuhkan diri ia akan menjadi bahaya kembali." ucap Tobirama. "Kalau aku kembali berteleportasi ke belakangya, dia pasti akan langsung membunuhku.." pikirnya.
Naruto Chapter 643 - Beelzeta.com

Di sisi Obito, setelah memunculkan api di punggungnya, ia kemudian menempelkan kedua tangannya di tanah, dan bersiap untuk melancarkan suatu jutsu. "Inilah saatnya untuk memulai persiapan Mata Bulan, waktunya untuk menyapu semua penghalang dari jalanku!!"

Whusss!! dari tanah tiba-tiba terbentuk suatu patung raksasa berbentuk bunga dengan beberapa kelopak. Orang-orang kaget, sementara Obito terus lanjut dengan tekniknya. "Dunia ini tak lagi punya nilai yang berarti di dalamnya.. dunia ini telah lama mati!!"

Dari ujung kelopak-kelopak bunga raksasa itu, muncul bola raksasa, bijuudama, tak jauh dari yang sebelumnya sempat dilesatkan dari tubuh Jyuubi. Bedanya, kali ini tak hanya satu melainkan empat, dari berbagai sisi.
Naruto Chapter 643 - Beelzeta.com

Para pasukan shinobi kaget. "Ini buruk!!" ucap salah seorang dari mereka. "Empat!? apa ia berencana untuk menghabisi kita semua dalam satu serangan!??"

"Meskipun kita semua menggunakan elemen tanah dan menciptakan dinding pertahanan, itu pasti sudah terlambat.." ucap Akatsuchi.

"Apa yang harus kami lakukan!??" Shikamaru memutar otaknya. "Fokuslah.. fokus.." ucapnya dalam hati sambil terus berpikir.
Naruto Chapter 643 - Beelzeta.com

Di sisi Naruto dan yang lainnya, mereka juga tak tahu harus berbuat apa. "Meskipun bisa menggunakan Hiraishin untuk memindahkannya, paling banyak hanya satu serangan yang bisa dipindahkan.." ucap hokage kedua. "Hokage keempat dan aku masing-masing hanya bisa memindahkannya satu!! Tak ada yang bisa kami perbuat dengan dua sisanya, kakak!!" teriak Tobirama ke Hashirama, yang masih berhadapan dengan Madara.

Hashirama berdiri di atas mahluk panggilannya, sementara Madara di atas Susano'o miliknya. "Madara, bisakah kau menunggu sebentar!? temanmu ini akan.."

"Kita berdua hanyalah mayat yang bangkit karena Edo Tensei!! kau tak perlu mengkhawatirkan banyak hal!!" teriak Madara.
Naruto Chapter 643 - Beelzeta.com

Di tengah pasukan, muncul sebuah bunshin yang merupakan bunshin Hashirama. "Semuanya, jangan hilang harapan!! aku masih ada di sini!!" ucapnya. "Yang harus kita lakukan sekarang hanyalah mengubah arah serang bijuudamanya!! para Hokage, pikirkan cara untuk mendorongnya ke laut!!"

"Kalian semua buatlah tembok tanah, sementara aku akan menggunakan teknik kayu untuk menarik mereka menuju laut!!" teriak Hashirama lagi.
Naruto Chapter 643 - Beelzeta.com

"Hmph, jangan pikir kalian bisa melakukannya!!" Obito dari telapak tangannya menembakkan batang-batang yang dilapisi oleh api. Batangan-batangan itu ditembak menyebar ke arah enam penjuru.

"!??" Naruto dan yang lainnya kaget, sementara batangan-batangan yang dilapisi kekuatan itu telah menancap di tanah, dan lalu membentuk semacam tabir segi enam. Sama seperti kubah segel yang waktu itu para hokage ciptakan, hanya saja kali ini sisinya ada enam. Akibatnya, para ninja yang ada di dalam terjebak.

Sumber : http://www.beelzeta.com/2013/08/versi-teks-naruto-chapter-643.html#ixzz2e07qisQ4

Vesi teks naruto chapter 643

Posted by : Unknown
Date :5 September 2013
With 0komentar
Prev
WellCome. Diberdayakan oleh Blogger.
▲Top▲