Newest Post

Tampilkan postingan dengan label Versi Teks Manga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Versi Teks Manga. Tampilkan semua postingan

Versi Teks Naruto Chapter 647

| 18 September 2013
Baca selengkapnya »

Versi Teks Naruto Chapter 647

Sebelumnya : Naruto Chapter 646

Pohon dewa terus mengalami pertumbuhan, kelopaknya yang besar hampir terbuka dan mengarah ke arah rembulan. Saking besarnya pohon, lima kage yang sedang dalam perjalanan bisa melihatnya dari kejauhan. "Apa itu!??" Mizukage bertanya-tanya. Dan tak hanya Mizukage, dalam hati tentu empat kage lainnya juga ikut bertanya-tanya.

"Katsuyu!!" Tsunade meminta kuchiyosenya untuk memberi laporan.
"Ya, akan kujelaskan semuanya!!" ucap Katsuyu, dan kemudian iapun memberi penjelasan. Yah, bagaimanapun sebagian besar tubuhnya ada di medan perang.

Di medan perang, tampak Sakura sedang kelelahan. "Apa kau baik-baik saja, Sakura?" Sai menghampirinya. "Ya.." ucap Sakura, kemudian ia memberi tahu info yang baru saja diberi tahu oleh Katsuyu. "Kelima kage akan segera tiba.." ucapnya.



Di sisi lain, Chouji dan Ino tampak panik, "Shikamaru!!" mereka khawatir dengan keadaan Shikamaru yang terus melemah. "Ini buruk!!" ucap Kiba. Ia, Hinata, dan Shino juga menghampiri Shikamaru.

"Katsuyu-sama, aku akan menggunakan jutsu penyembuh jarak jauh!!" ucap Sakura.
"Itu tidak mungkin.." ucap Katsuyu. "Ke-kenapa!??" Sakura bingung.

"Chakra pada bagian-bagian kecilku yang menempel pada semua orang telah tersedot bersama yang lainnya, dan bagian-bagian itu telah mati.." jelas Katsuyu.

"Itu.."

"Dengan kata lain, semua orang juga berakhir sama seperti bagian-bagianku tersebut.." jelas Katsuyu lagi. Tampak orang-orang yang bagian Katsuyunya sudah lenyap tengah terkapar lemas dengan chakra yang sudah terkuras habis.

Sama seperti mereka, Shikamaru juga mengalami nasib yang sama. Namun meski tak sadarkan diri, dalam hati ia masih mampu mengucapkan sesuatu. "Ayah.. maaf.. sepertinya aku akan segera menyusulmu.. maaf.. ibu.."

Keadaan benar-benar kacau. Di saat-saat itu, Sakura teringat dengan kata-katanya sendiri, "Kalaupun aku harus mati, aku memilih mati dalam pertarungan daripada tidak melakukan apapun.." ucap Sakura waktu itu. Dan kini, dilema menghampirinya. "Ini.. ini benar-benar.."

"Seperti mati sebelum bertarung." ucap Obito. Obito hanya diam menonton semua rasa keputus asaan itu. "Inilah ajhir dari para shinobi. Kalau kau menyerah, aku tak akan membunuhmu." ucap Obito lagi. Sementara itu, Naruto tampak benar-benar kesal, namun tak bisa melakukan apa-apa sampai-sampai air matanya menetes. "Uukh.."

"Kalau kau terus menentangku, temanmu akan mati satu per satu.." Naruto teringat dengan kata-kata Obito waktu itu. "Tak ada lagi orang yang akan mengenalmu, tak akan ada lagi yang tersisa di dunia ini.."

"Kalau kau tak ingin merasakan penyesalan, cukup jangan lakukan apapun.." saran Obito.

"Jadi kalau kita tak melakukan apapun.. hidup kita akan.." beberapa shinobi mulai putus asa dan berpikir untuk menerima tawaran mudah tersebut.

"Tepat sekali.. kalian tak perlu takut dengan kematian lagi, impian kalian akan tercapai.." ucap Obito. "Jangan menyerah!!!" teriak Hashirama pada semuanya. "Kalau kalian menyerah pada genjutsunya, maka sama saja dengan mati!!!"

Para shinobi terdiam, tampak mulai ragu dan putus asa.

"Pohon besar ini terhubung sangat dekat dengan Obito.. seperti lengan yang menyerap chakra, sulit untuk didekati.." ucap hokage ketiga. "Huh, pengecut sekali.." ucap seseorang yang tiba-tiba saja datang, ternyata Orochimaru. "Tidak seperti dirimu yang biasanya, Sarutobi-sensei.." Orochimaru datang bersama dengan Suigetsu. "Maaf sudah membuat kalian menunggu, Juugo, Sasuke.." ucap Suigetsu.

"Orochimaru, kau terlambat!!" ucap hokage ketiga. "Bagaimana dengan para kage lainnya??"

"Aku sudah membantu memulihkan mereka, kalau mereka bukan pengecut mereka pasti akan segera sampai di sini.." ucap Orochimaru. "Huh, sinis seperti biasanya.." ucap hokage ketiga.

"Akhirnya.." ucap Juugo, sementara Sasuke masih tetap terdiam.

"Kalau dilihat dari dekat, ternyata memang benarbenar besar.." Suigetsu mengamati pohon dewa itu. "Siapa yang peduli?? yang paling penting.." Karin melihat ke arah Sasuke. "Aku ingin memeluk Sasuke dan menjilat seluruh tubuhnya sekarang juga.." ucapnya dalam hati.

"Tugasmu menyembuhkan aliansi shinobi, kan??" ucap Suigetsu.
"Te-tentu saja!! sialan!!" bentak Karin.

Diam-diam, Orochimaru juga melihat ke arah sasuke. "Kelihatannya dia tak puas.." ucapnya dalam hati.

Di sisi Hashirama, pertarungannya dengan Madara masih terus berlanjut. "Lalu.. kapan bunganya akan mekar?" tanya Hashirama. "Jinchuriki dari Hachibi dan Kyuubi masih hidup.. kau mengerti, kan??" sahut Madara.

"Jadi untuk membuatnya mekar dan menyelesaikan jutsunya.. membutuhkan chakra Hachibi dan Kyuubi, ya?" pikir Hashirama.

"Yah, sebenarnya selama chakra mereka ada di dalam, itu tak masalah.." ucap Madara. "Dia masih bisa mekar.. masalah sebenarnya hanyalah waktu yang dibutuhkan untuk mekar.. kurasa sekitar lima belas menit dari sekarang.. saat itu aku akan menghentikan Obito dan bertukar dengannya, dengan menggunakan kekuatan pertapamu.."

"Ini gawat, aku harus memberi tahu semua orang tentang apa yang baru saja kudengar.." pikir Hashirama. Kemudian, iapun bertanya ke arah aliansi, "Apa ada shinobi dari klan Yamanaka di sini!??"

"I-iya!!" sahut Ino, yang masih mengurusi Shikamaru.
"Apa kau bisa menggunakan shindenshin no jutsu!??"
"Ah, ya!! aku bisa!!" ucap Ino.

"Tolong hubungkan aku dengan semua orang!! ada yang harus kujelaskan tentang pohon itu dan Mugen Tsukuyomi!!!" dan setelahnya Ino pun menggunakan jutsunya agar Hashirama bisa menyebarkan informasi.

"Perasaan ini.." Tsunade menyadarinya, pesan Hashirama sampai hingga ke tempat kelima kage. "Kakek.." Tsunade tahu kalau itu kakeknya. "Oh, Tsuna.." Hashirama tahu kalau Tsunade mendengarnya. "Suara ini pasti Hashirama-dono.." pikir Tsuchikage.

"I-ini berarti kelima kage sudah berada dalam jarak jutsuku.." pikir Ino.

"Nostagianya nanti saja, ada yang harus kukatakan padamu dan seluruh aliansi, dengarkan baik-baik." ucap Hashirama, dan kemudian iapun menjelaskan semuanya.

"Jadi.. pada dasarnya kita adalah makanan pohon itu??" para shinobi semakin ketakutan.
"Apa ini yang namanya shinobi?? tapi bagaimana bisa??"
"Bagaimana kita bisa melakukan sesuatu cuma dalam waktu 15 menit?? kita bahkan tak bisa mendekat.."

"Tidak melakukan apapun juga akan sama saja, kita harus merobohkan baik pohon itu maupun pengguna jutsunya dalam kurun waktu itu.." ucap Hashirama.

"Tapi.."

"Aku katakan pada kalian semua.. jangan menyerah!!!" ucap Hashirama. Para shinobi kemudian terdiam. Namun tak lama setelahnya, ada saja yang masih ragu. "Kau bicara seperti itu, tapi pada akhirnya kau hanyalah edo tensei.. kau berasal dari masa lalu, sudah mati.. sementara.. kami masih hidup.."

"Ini.. adalah akhir.."
"Kalau saja aku tahu ini dari awal.."

"Ya, bagus.." Obito senang. "Aku akan mengirim kalian ke dunia di mana kalian tak akan punya penyesalan..." ucapnya.

"Ukhh.." Naruto masih meneteskan air mata, tak tahu harus berbuat apa. Sampai akhirnya tiba-tiba, seseorang melesat dan menebas pohon itu. Ternyata itu Sasuke, yang melesat dengan tubuh dilapisi Susano'o bersenjata pedang. "Naruto.. apa sudah selesai? kalau begitu aku akan pergi.." ucapnya. "Ayo pergi, Juugo.."

"Ini.."

Meski yang Sasuke potong hanya sebagian kecil dari pohon itu, namun tindakannya itu telah berhasil membuat Naruto bangkit. "Ini.. aku bisa merasakannya.. perasaan Naruto menembus jutsuku.." pikir Ino.

Naruto teringat akan kenangan masa kecilnya.. "Harusnya aku.. memanggilnya.." Naruto kecil waktu itu sendirian, ragu-ragu untuk memanggil anak kecil lain di depannya yang juga sendirian.. Sasuke.

"Aku mengingatnya terus menerus..
Karena itulah kenapa.."

"Ini.." Sakura, Kiba, para shinobi, semuanya bisa merasakan perasaan Naruto.

"Aku..
tidak mau ada penyesalan lagi.."

"Aku harus melakukannya!!!" semangat Naruto telah benar-benar kembali.
"Naruto-kun.."

"Aku tak mau semua yang telah kita lakukan...
Menjadi tidak berarti!!!"

Sumber : http://www.beelzeta.com/2013/09/versi-teks-naruto-chapter-647.html#ixzz2fJNgkHtZ

Versi Teks Naruto Chapter 647

Posted by : Unknown
Date :18 September 2013
With 0komentar

Komik NARUTO Chapter 646 bahasa indonesia file

| 10 September 2013
Baca selengkapnya »
Komik Naruto 646 bahasa indonesia
synopsis "download saja"

Format PDF klik disini
Format Rar klik disini

terima kasih

Komik NARUTO Chapter 646 bahasa indonesia file

Posted by : Unknown
Date :10 September 2013
With 0komentar

SNK Chapter 11 bagian 2

| 6 September 2013
Baca selengkapnya »
sebelumnya: SNK Bagian 1
"Eh!??" Armin sempat kaget dan tidak mengerti. 

"Aku sadar rencana ini tidak masuk akal. Meski begitu, pilihan terbaik kita adalah menggunakan kekuatan Titan untuk membantu pasukan." ucap Eren. "Aku tahu jika ini gila. Jika kau bisa meyakinkan mereka kalau aku ini bukanlah ancaman, aku akan percaya padamu dan tetap tinggal di sini. Itu adalah ide keduaku."

"Jika kau tidak bisa melakukannya, aku akan memakai pilihan terakhir, pilihan yang aku jelaskan di awal. Waktumu lima belas detik. Kau bisa melakukannya atau tidak? Apapun pilihanmu, aku akan menerimanya."

Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

Armin terdiam kaget saat mendengar hal seperti itu. Kemudian, ia bertanya, "Eren... Kenapa kau mempercayakan pilihan sepenting itu kepadaku??"

"Entah seberapa kacaunya keadaan kita, kau selalu bisa memikirkan solusi terbaik. Aku bergantung padamu." ucap Eren.

"Sejak kapan aku..."

"Banyak sekali." ucap Eren. "Lima tahun yang lalu, kalau kau tidak mencari Hanneth, Mikasa dan aku mungkin sudah dimakan oleh Titan." jelasnya.
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Apa benar begitu?" Armin sudah lupa dengan hal itu. Dan memang benar, kalau saat itu Armin tidak melakukannya, mungkin saat ini Eren dan Mikasa sudah berada di dalam perut raksasa. Atau kalau raksasa bisa buang air besar, mungkin mereka berdua sudah jadi kotoran, lalu dimakan oleh bakteri.

"Selama ini aku hanya menganggap diriku beban yang tidak berguna... tapi... mereka tidak berpikir seperti itu sama sekali!!" Armin baru menyadarinya. "orang yang paling aku percaya di dunia ini, mempercayakan nyawa mereka kepadaku..."
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

Akhirnya Armin memperoleh kepercayaan diri dan kemudian pergi, "Aku akan meyakinkan mereka!!" ucapnya. "Ada sesuatu yang tidak beres sejak aku melihat Eren bertarung sebagai Titan. Aku masih belum bisa berpikir dengan jernih, tapi aku akan melakukannya. Aku harus berpikir dengan jernih dan kemudian meyakinkan mereka.."

Armin keluar dari kepulan asap, dan menghadap pada komandan pasukan. "Berhenti!!!" teriak komandan. "Huh, akhirnya kau menunjukkan wajah aslimu, monster!!"

"Dia bukan musuh umat manusia!! Kami bersedia memberikan semua informasi yang kami punya!!" teriak Armin.

"Cih, meminta ampun sekarang sudah percuma saja!!" ucap komandan. "Dia telah menunjukkan wujud aslinya di depan kita semua!! Percuma kau melindunginya!! Jika memang dia bukan musuh, cepat buktikan!! Jika tidak bisa, aku akan melenyapkannya!!"
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Tidak perlu ada bukti!!" teriak Armin.
"Itu benar! Tidak perlu ada bukti!" pikirnya.

"Ini hanya masalah bagaimana kita melihatnya!!" ucap Armin lagi.
"Apa?!" komandan masih tidak mengerti.

"Katamu semua orang melihatnya kan!? Kalau begitu mereka juga pasti melihat dia bertarung melawan Titan!! Dan mereka pasti melihat bagaimana para Titan bertarung melawan dia!! Titan melihat dia sebagai mangsa, sama seperti kita!! Tidak ada yang bisa merubah kenyataan itu!!"
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Be-benar juga ya..." beberapa pasukan mulai berpikir dengan akal sehat mereka. "Tapi, menjadikan Titan sebagai teman..."

"Tidak mungkin..."

"Bersiap untuk menyerang!!!" komandan tetap saja ketakutan dan tak bisa berpikir jernih, dan tetap dengan rencana awalnya yaitu untuk menembak musnah mereka. "Jangan terperangkap dengan kata-kata cerdiknya!! Tindakan mereka selalu diluar prediksi kita selama ini!! Jika mereka bisa berubah menjadi manusia dan berbicara dengan bahasa kita, itu adalah cara lain mereka untuk menipu kita!! Kita tidak bisa membiarkannya begitu saja!!"
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Gawat... dia sudah tidak mau mendengarkan kata-kataku..." pikir Armin. "Dia terlalu takut. Eren.. Mikasa.." Armin lalu melihat ke belakang, ke arah Eren dan Mikasa. Namun, mereka berdua masih melihat ke arahnya dengan tatapan yang percaya kalau dia bisa.

"!!!" Armin semakin berusaha. Dengan tegas pemuda itu meletakan tangan kanannya di dada kiri, dan kemudian dengan lantang berteriak, "Sebagai prajurit, aku bersumpah dengan jiwaku akan membangkitkan kehidupan umat manusia!! Tidak ada kebanggaan yang lebih tinggi lagi!! Jika kita bisa memanfaatkan kekuatan Titan, kita mungkin bisa merebut kembali kota kita!! Demi kejayaan umat manusia, aku mohon!!! Di dalam saat-saat terakhirku sebelum aku mati, ijinkan aku menjelaskan strategi ini!!"
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

"Komandan, kita harus mempertimbangkannya..." ucap ajudan yang berdiri di sebelah komandan. Akan tetapi, lelaki tua pengecut itu tetap saja tak peduli. "Diam!!!" teriaknya. "Apapun alasan mereka untuk tetap hidup, mereka tetaplah ancaman!! Mereka yang melanggar aturan harus dilenyapkan!! Itulah tugas seorang prajurit!!"

Lelaki itu kemudian mengangkat tangan kanannya, memberi aba-aba untuk kembali menembakkan meriam. Namun tiba-tiba, seseorang datang dari belakang dan kemudian memegang tangannya. "Sudah, hentikan semua ini..." ucap orang itu.

"Kau masih saja tidak pernah berubah, ya? Dengan pangkatmu ini, kau masih saja memiliki rasa takut yang berlebihan."

"Ko-komandan Pixis!?"
Shingeki no Kyojin Chapter 11 - Beelzeta.com

Yang datang ternyata adalah Pixis, komandan yang pangkatnya lebih tinggi dari orang tadi. "Apa kau tidak bisa melihat keyakinannya itu?? Aku baru saja sampai, tapi situasi ini sudah membuatku yakin." ucap Pixis. "Kau pergilah untuk mengatur pasukan. Sementara aku, aku akan mendengarkan apa yang mereka rencanakan."


Bersambung.

SNK Chapter 11 bagian 2

Posted by : Unknown
Date :6 September 2013
With 0komentar
← Prev
WellCome. Diberdayakan oleh Blogger.
▲Top▲